Beranda Sport Lorenzo Disebut Tak Punya Karakter Liar Guna Taklukan Ducati

Lorenzo Disebut Tak Punya Karakter Liar Guna Taklukan Ducati

Jorge Lorenzo

otobandung.com – Loris Capirossi menilai, bahwa Jorge Lorenzo kurang memiliki karakter liar yang dibutuhkan untuk menaklukkan motor Ducati.

Usai hijrah dari Yamaha, Lorenzo kesulitan mengendarai Desmosedici GP17 dalam tiga balapan pertama MotoGP. Finis kesembilan di Austin akhir pekan lalu merupakan hasil terbaiknya sejauh ini.

Pembalap Spanyol itu mengakui gaya balapnya membutuhkan waktu lama dalam proses adaptasi bersama Ducati, ditambah masalah yang dialami pada posisi duduk di atas motor.

Tapi bagi Capirossi, pembalap pertama Ducati ketika pabrikan Italia ini debut pada 2003, ciri khas gaya balap Lorenzo yang halus tidak sesuai dengan karakter Desmosedici GP. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah pembalap dengan karakter liar untuk memaksimalkan potensi motor.

“Dalam opini saya, Lorenzo berharap menemukan Ducati yang berbeda, dan tidak mengharapkan Ducati yang dia temukan,” ucap Capirossi kepada media Italia, Radio 24.

“Ducati adalah motor kompetitif, yang memiliki titik kekuatan dan kelemahan. Pada tahun-tahun terakhir, kami telah melihat mereka menjadi kompetitif di beberapa trek.

“Pada trek di mana Ducati kesulitan, Anda harus mengendarai dengan semacam ‘kejahatan’ tertentu, dan Lorenzo tidak memiliki ‘kejahatan’ ini.

“Lorenzo pembalap yang sangat cepat dan sangat bersih. Tapi Ducati membutuhkan pembalap ‘liar’. (Andrea) Dovizioso sebagian ‘liar’, tapi Lorenzo tidak.”

Capirossi bukan yang pertama mengomentari perihal gaya balap Lorenzo. Sebelumnya mantan pembalap Ducati, Andrea Iannone, juga pernah melontarkan pernyataan serupa.

“Untuk beradaptasi dengan Ducati adalah tugas besar. Itu adalah motor yang perlu dikendarai dengan gaya balap yang sama sekali berbeda,” terang Iannone kepada Motorsport.com.

“Motor itu lebih mudah (dikendarai) dalam beberapa tahun terakhir. Motor itu juga menuntut gaya balap tertentu, tapi memiliki potensi untuk menjadi kompetitif. Anda hanya harus menemukan cara untuk memaksimalkannya.

“Dalam kasus Lorenzo, dia menghabiskan waktu mengendarai motor yang sama (Yamaha) selama bertahun-tahun. Lalu, dia pindah ke motor yang menuntut perubahan radikal dalam hal gaya mengendarai.

“Itu memaksa Anda untuk memikirkannya. Dan jika Anda terlalu banyak berpikir ketika mengendarai motor, maka Anda tidak begitu cepat.” (MS/OB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here