Beranda Berita Lebaran 2018, Wapres Imbau Pemudik tak Hanya Gunakan Jalan Tol

Lebaran 2018, Wapres Imbau Pemudik tak Hanya Gunakan Jalan Tol

Otobandung.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau para pemudik agar tak semuanya mengandalkan jalan tol pada saat mudik Lebaran 2018. Wapres berharap para pemudik juga menggunakan jalan nasional non-tol. Menurutnya, ini perlu untuk mencegah kemacetan parah yang pernah terjadi. Salah satunya, yang terjadi di pintu keluar tol di Kaligangsa, Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) atau Brexit pada 2016.

“Pengalaman Brexit itu karena semua orang berpikir, ‘kalau mau cepat ya lewat jalan tol’, sehingga jalan biasa kosong, lengang. Padahal lebih cepat lewat jalan biasa daripada lewat jalan tol,” kata Wapres dalam “Transportation Review“, Jakarta, seperti dikutip Kompas awal Mei 2018.

Imbas kasus kemacetan di Brexit tersebut, Wapres mengaku pernah mengusulkan agar diberlakukan peraturan nomor pelat ganjil dan genap yang diberlakukan di jalan tol maupun jalan non-tol atau jalan nasional. “Supaya ramai (jalan nasional) nomor ganjil genapnya diatur. Siapa yang jalan di bawah (jalan nasional), siapa yang jalan tol, supaya jangan terjadi lagi (Brexit),” kata Wapres.

Wapres yakin kasus kemacetan seperti di Brexit yang terjadi dua tahun lalu takkan terulang pada mudik tahun ini. Sebab kini infrastruktur jalan untuk mudik dari tahun semakin baik. “Saya yakin karena jalan tol kita makin panjang, tidak lagi terjadi kayak Brexit seperti dua tahun lalu,” katanya.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi juga berharap para pemudik mau menggunakan jalan nasional. Sebab, saat ini kondisi jalan nasional dari Jakarta menuju Surabaya semakin bagus. “Artinya apa? Yang disampaikan Pak Wapres itu benar, pikiran orang hanya dengan jalan tol itu tidak benar. Gunakanlah juga jalan nasional, jalur selatan,” kata Menteri.

Budi Karya mengimbau para pemudik tak pulang ke daerahnya masing mepet dengan hari Lebaran. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalan. “Kalau bisa ya jangan dua-tiga hari sebelum Lebaran, tetapi lia hari, tujuh hari (sebelum Lebaran). Kan toh sudah dapat THR anak-anak sudah libur duluan,” kata Budi Karya. (*)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here