Beranda Berita Kebijakan Pemerintah, Mobil Mewah Masuk RI Kena Pajak Hampir 200%

Kebijakan Pemerintah, Mobil Mewah Masuk RI Kena Pajak Hampir 200%

kumparan

Otobandung.com – Pemerintah meluncurkan kebijakan menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atau pajak impor terhadap 1.147 komoditas. Aturan ini akan berlaku tujuh hari setelah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) ditandatangani. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan seluruh komoditas yang pajak impornya naik adalah barang bersifat konsumtif dan bahan baku yang substitusinya ada di dalam negeri.

“Nilai dari keseluruhan yang diatur dengan PMK ini adalah 1.147 komoditas. Nilai impor pada 2017 dari 1.147 komoditas mencapai 6,6 miliar dolar AS, namun memasuki 2018 baru sampai Agustus nilai impor sudah 5 miliar dolar AS. Ini perlu kita kendalikan,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, seperti dikutip Detik, Rabu, 5 September 2018.

Dari 1.147 barang yang disesuaikan pajak impornya dibagi menjadi tiga bagian. Untuk 210 item komoditas, tarif PPh 22 naik dari 7,5 persen menjadi 10 persen. Termasuk dalam kategori ini adalah barang mewah seperti mobil yang diimpor dalam keadaan utuh (completely built-up, CBU) dan sepeda motor besar.

Untuk kategori tersebut juga terkena tambahan pajak penjualan barang mewah (PPnBM), sebab dari mobil CBU termasuk di dalamnya mobil-mobil mewah. “Untuk barang mewah ini sebenarnya enggak penting untuk republik ini,” katanya.

Mobil mewah memang masuk dalam instrumen tambahan kebijakan pengendalian impor barang konsumsi PPnBM yang berkisar sebesar 10 persen sampai 25 persen. Selain itu juga terdapat bea masuk 50 persen dan PPN sebesar 10 persen. “Jadi mobil mewah masuk yang ini bayar pajak 195 persen dari harganya,” katanya. (*Gaikindo)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here