Beranda Berita Luca Cadalora : “Puasa Kemenangan Yamaha Adalah Karena Kesalahan Kami Sendiri”

Luca Cadalora : “Puasa Kemenangan Yamaha Adalah Karena Kesalahan Kami Sendiri”

Otobandung.com – Sejak kemenangan Valentino Rossi di Assen GP 2017, Yamaha tidak pernah menang. Itu berarti sudah 22 balapan MotoGP, Yamaha puasa kemenengan. Masalah dengan elektronik mempengaruhi daya tarik dari Yamaha M1. Lagi dan lagi hal itu dialami Rossi dan Vina, tetapi kemudian tidak dapat diubah menjadi daya saing yang konsisten. Namun demikian, Rossi masih bisa berada diposisi ketiga di Kejuaraan Dunia dan telah naik podium lima kali dalam dua belas balapan.

Pelatih balap Valentino Rossi, Luca Cadalora, mengatakan kepada motogp.com: “Selama kau kompetitif dan masih menikmati balapan, Anda perlu terus. Valentino masih menyukainya. Tapi jika Anda ingin memenangkan gelar, Anda harus menang. Itu hal terbaik yang bisa Anda lakukan. Berada di podium itu bagus, tetapi menang adalah sesuatu yang lain. Kami sebagai tim mencoba memberinya sepeda motor sebaik mungkin setiap akhir pekan. Terkadang itu tidak cukup untuk kemenangan, tapi itu murni kesalahan kami. ”

“Jika kami memberinya motor yang tepat, dia akan menang,” kata Cadalora, yang pernah memenangkan tiga gelar juara dunia di kelas hingga 125 cc dan 250 cc. “Jika Anda dapat membantu pengemudi sebagai Pelatih Balap agar lebih cepat maka itu adalah perasaan yang menyenangkan. Saya mencoba untuk menjaga matanya tetap di luar. Saya beri tahu dia apa yang saya lihat. Kembalinya saya datang melalui Valentino, karena kami bertemu tiga tahun yang lalu di Misano. Sejak saat itu, dia pikir saya bisa membantu. Saya bisa menjadi Pelatih Balap, yang sangat saya sukai. Saya tidak tahu apakah itu akan berhasil. Ketika saya mengemudi, saya tidak pernah berpikir ada orang yang dapat melihat saya di trek. Saya suka fakta bahwa saya sekarang berdiri di samping trek tetapi secara mental duduk di sepeda. Itu memberi saya perasaan yang sama dengan hari-hari balapan saya. ”

Cadalora yang kini berusia 55 tahun juga belajar dari Rossi: “Saya sekarang mengerti apa batas saya sebagai pembalap. Jika saya sedikit lebih tepat dan mencurahkan lebih banyak waktu untuk pekerjaan ini, maka saya bisa meraih lebih banyak. Dia tidak hanya belajar dari saya, tetapi saya juga belajar banyak dari dia. ”

Sumber : Speedweek.com

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here