Beranda Berita Di Boikot di Negeri Sendiri, Harley-Davidson Justru Berjaya di Eropa

Di Boikot di Negeri Sendiri, Harley-Davidson Justru Berjaya di Eropa

Otobandung.com – Orang Eropa tidak terlalu peduli dengan boikot yang diserukan oleh Trump, Presiden AS itu mendorong pelanggan untuk memboikot Harley-Davidson, meski tidak diwajibkan untuk semua orang. Ironisnya H-D justru menunjukkan pertumbuhan yang baik di pasar Eropa.

Pasar Otomotif roda dua Eropa dengan merek lokal yang kuat seperti BMW, KTM, dan Piaggio, menjadi pasar yang amat sulit ditaklukkan. Apalagi menjual sepeda motor yang kadang-kadang hampir dua kali lipat dari harga yang dibayar untuk kendaraan buatan Jerman atau Italia.

Namun, apa yang dilakukan Harley dengan baik adalah citranya sebagai ikon yang melegenda dan fakta bahwa pemilik adalah bagian dari keluarga motor besar berwarna oranye dan hitam, itulah yang dibeli oleh orang Eropa.

Tidak mengherankan jika perusahaan mencoba menyiasati tarif besar yang dikenakan oleh pemerintahan baru dengan memindahkan sebagian produksinya ke luar negeri. Hal ini dilakukan karena untuk pasar Eropa pelanggan yang sudah membayar mahal untuk produk impor harus membayar lebih untuk bisa memiliki motor Amerika itu.

Harley mempertimbangkan kondisi tersebut dan mendapatkan momentum di sisi lain, meningkatkan harga bisa berarti mengurangi penjualannya. Sementara merek tersebut sedang menghadapi penurunan penjualan di Amerika Utara dan mencoba untuk mendefinisikan kembali citranya untuk mendapatkan perhatian dari audiens yang lebih muda, melihat penjualan di Eropa yang terus naik menjadi sangat menghibur bagi perusahaan.

Menurut Bloomberg, di Jerman saja, penjualan Harley-Davidson meningkat dua kali lipat sejak 2005, mencapai 6,4 persen pasar pada 2017, di belakang Kawasaki (7,2 %) dan Yamaha (7,4%).

Upaya Harley mengadaptasi penjualannya ke pasar Eropa tidak hanya dengan membangun jaringan dealer yang kuat, tetapi juga menyesuaikan penawaran produknya dengan sepeda motor yang lebih ramping agar sesuai dengan jalan-jalan Eropa yang sempit dan lebih banyak pilihan kustomisasi, termasuk onboard Wi-Fi.

Sumber: Bloomberg

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here