Beranda Berita Angka Penjualan Mobil di Beberapa Negara Besar Melambat

Angka Penjualan Mobil di Beberapa Negara Besar Melambat

TenagaKuda

Otobandung – Di tengah penurunan penjualan mobil global setelah mencatatkan pertumbuhan selama 10 tahun terakhir, sejumlah produsen mobil bersiap untuk memangkas lebih banyak jumlah pekerja untuk menyeimbangkan beban perusahan. Produsen mobil di China, Amerika Serikat (AS), Jerman, Kanada, dan Inggris telah mengumumkan sedikitnya 38 ribu pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam enam bulan terakhir.

“Ini mungkin hanya permulaan,” ujar CEO Daimler AG, Dieter Zetsche, seperti dikutip melalui Bloomberg dan Bisnis, Kamis 23 Mei 2019.

Zetsche memperingatkan akan ada pengurangan biaya besar-besaran beberapa waktu ke depan untuk mempersiapkan pergolakan industri yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Industri pada saat ini tengah menghadapi sebuah penurunan signifikan. Apa yang terjadi di China, pelemahan permintaan, adalah kejutan yang tidak diduga,” kata analis Bank of America Merrill Lynch John Murphy di sebuah forum di Detroit (AS).

Beberapa perusahaan bahkan telah melakukan upaya lain seperti mengurangi shift kerja dan menutup sejumlah pabrik yang beroperasi di negara lain. Namun langkah mereka untuk menekan kerugian akan melebihi upaya tersebut. Gaji pekerja menjadi target pemangkasan beban selanjutnya akibat penjualan yang lesu di dua pasar mobil terbesar dunia, China dan AS, serta perkembangan inovasi mobil listrik dan mobil tanpa sopir.

Ford Motor Co., mengatakan perusahaan akan mengurangi 7.000 pekerjaan, atau 10 persen dari tenaga kerja kerah putih yang bekerja untuk Ford di seluruh dunia. Penurunan ini dapat diperburuk oleh tarif yang lebih tinggi atas ancaman AS. Kelompok perdagangan otomotif yang mewakili selusin produsen mobil terbesar domestik dan asing memperingatkan bahwa kenaikan tarif menempatkan 700 ribu pekerja di AS kurang aman.

Sementara itu, Toyota Motor Corp dan industri mobil Jepang mengecam kemungkinan pengenaan tarif impor mobil dalam sebuah pernyataan yang sangat keras dalam beberapa hari terakhir. “Perusahaan mobil secara global sedang mempertimbangkan strategi bisnis di mana produksi global memiliki risiko penurunan yang lebih besar,” tulis analis Morgan Stanley Adam Jonas dalam sebuah laporan.

Dia mengatakan merumahkan pekerjanya mungkin bukan langkah terakhir dari Ford, dengan perkiraan penurunan pendapatan pada kisaran lima persen, kemungkinan akan ada pengurangan 23 ribu pekerjaan tambahan, dengan asumsi tidak ada biaya lain yang harus dikurangi.

Penjualan global untuk mobil kecil (light vehicle) turun 0,5 persen pada 2018 menjadi 94,8 juta, yang menurut LMC Automotive menandai penurunan tahunan pertama dalam penjualan global sejak 2009. Morgan Stanley memproyeksikan pada Januari penurunan 0,3 persen untuk tahun ini, tetapi perlambatan yang lebih cepat dari perkiraan di pasar China mungkin memiliki dampak yang lebih negatif terhadap penjualan. “Semuanya dalam pengawasan,” kata CEO Daimler, Zetsche, menutup pertemuan tahunan di Berlin (Jerman). (*Gaikindo)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here