Beranda Berita Aldi Satya Mahendra Raih Juara Underbone 150cc ARRC 2019 di Sirkuit Suzuka

Aldi Satya Mahendra Raih Juara Underbone 150cc ARRC 2019 di Sirkuit Suzuka

Otobandung – Rookie atau pendatang baru binaan Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra menunjukkan perkembangan spesial dengan merebut podium juara Underbone 150 cc (UB150) dalam gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu (30 Juni). Aldi Satya Mahendra sukses mengalahkan para seniornya, bahkan itu terjadi dalam kondisi yang relatif sulit dimana balapan UB150 race ke-2 berlangsung dalam kondisi trek basah (wet-race). Aldi Satya Mahendra dapat mengontrol power motor Yamaha MX King 150 dan menjaga ritme balap di barisan depan.

Hal ini yang patut diapresiasi bagi seorang Aldi Satya Mahendra yang memang sedang berupaya serius menambah jam terbang di balap pentas internasional. Anyway, ini podium pertama bagi adik dari pembalap World SSP300 Galang Hendra Pratama tersebut. Makin spesial, podium tertinggi ini berlangsung momen dimana Aldi Satya Mahendra baru saja merayakan ulangtahun yang ke-13 tahun pada tanggal 27 Juni. Ini hadiah spesial bagi racer belia asal Yogyakarta ini.

“ Pada awal lap tadi, setelah lepas start Aldi mencoba untuk memiringkan motor untuk mengetahui kondisi ban, karena kondisi lintasan basah. Alhamdulilah, kondisi ban terasa enak namun saya sempat hampir jatuh kena genangan air dan sempat tercecer pada lap ke-3. Namun Aldi berupaya untuk mengejar lagi rombongan di depan. Pada last lap, Aldi saat di trek lurus sebelum masuk ke tikungan chicane sempat berada di nomor ke-3. Alhamdulillah Aldi bisa brake lebih dalam, kemudian keluar lebih dulu sampai ke garis finish dan dapat meraih podium juara tertinggi. Ini merupakan kado ulang tahun yang sangat spesial untuk Aldi yang ke-13 dan Yamaha ke-64. Terima kasih untuk teknisi, sponsor dan tim, semoga di seri selanjutnya saya bisa mempertahankan podium ini,” tutur Aldi Satya Mahendra yang saat ini ada di posisi ke-9 (40 poin) dalam klasemen sementara UB150.

Namun rekan satu tim Aldi Satya Mahendra, yaitu Wahyu Nugroho mengalami crash. Petarung asal Boyolali, Jawa Tengah usia 16 tahun ini tidak dapat menghindari rider di depannya yang terjatuh karena memang jaraknya sangat dekat. Padahal lap-lap awal Wahyu sebelum terjatuh sudah di posisi rombongan depan dengan Aldi.

“Race ke-2 ini, motor saya sudah sangat baik. Hanya memang kurang beruntung di lap ke-3, saat itu saya di over take oleh 2 pembalap dan salah satu pembalap itu terjatuh hingga saya tidak dapat menghindar karena jatuh sangat dekat di depan saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada teknisi, sponsor dan tim.Mohon maaf untuk hasil seri ini tidak bisa meraih hasil yang baik. Di seri China nanti, saya akan berusaha lebih baik lagi,” timpal Wahyu Nugroho yang berada di peringkat ke-13 (32 poin) dalam klasemen sementara UB150.

Patut dipahami, bahwa ini adalah tahun pertama Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho bersaing di balap level internasional. Mereka butuh jam terbang untuk mengupgrade skill balapnya. Perkembangan signifikan sudah terbukti dengan prestasi Wahyu Nugroho yang sebelumnya podium ke-3 di ARRC 2019 Thailand.

“Sebagai pembalap muda belia yang baru masuk kancah balap international, Wahyu Nugroho sudah meraih podium 3 di thailand dan sekarang Aldi Satya mampu mengukir sejarah pembalap termuda sebagai juara seri ARRC Suzuka, Jepang. Ini pencapaian di luar dugaan. Semoga hasil ini kembali menjadi pemicu semangat pada race-race mendatang untuk pembalap muda masa depan Indonesia ini,” terang M Abidin, General Manager After Sales dan Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Pada bagian lain di kelas Asia Production 250 (AP250) dengan membesut YZF-R25, M Faerozi sempat berada di barisan depan dalam beberapa lap awal. Namun Faeroz, juga terjatuh saat melalui area trek yang memiliki genangan air pada lap ke-2 di tikungan ke-2. Traksi ban tidak dapat optimal.

Sedangkan Anggi Setiawan finish ke-11. Namun mereka akan berusaha untuk mendapatkan hasil lebih baik di putaran ARRC 2019 di Zhuhai, China nanti (9-11 Agustus). Faeroz dan Anggi Setiawan masing-masing berada di peringkat ke-9 (63 poin) dan ke-17 (20 poin) dalam klasemen sementara AP250.

“Saya melakukan start dengan baik, saat masuk tikungan pertama dan sterusnya ada di posisi ke-2 dan ke-3. Saya terus berupaya di barisan depan. Ini adalah balapan pertama saya dalam kondisi hujan. Saya di lap ke-2 pada tikungan ke-2 terjatuh karena ada genangan air dan tidak bisa mengikur. Saya berterima kasih untuk tim yang sudah bekerja keras untuk race inidan sponsor, teman-teman yang sudah mensupport. Saya akan berusaha lebih baik di putaran selanjutnya di China,” ucap Feroz.

“Balap hari ini dengan kondisi cuaca hujan sebetulnya saya justru senang. Saya memiliki peluang untuk kedepan. Namun memang sulit untuk mengejar saat melalui trek lurus, saya kembali di over take lawan. Saya terus berjuang dan Alhamdulillah finish ke-11. Terima kasih kepada teknisi, sponsor dan tim.Semoga seri selanjutnya akan lebih baik dari sekarang,” timpal Anggi Setiawan.

Untuk klasemen poin tim pada kelas UB150 (63 poin) posisi ke-6 sedangkan AP 250 ke-5 (72 poin). Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) akan berjuang pada seri berikutnya di ARRC 2019 China tepatnya di sirkuit Zhuhai (9-11 Juni). Semoga mereka dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas balap internasional. Serta dapat meriah podium tertinggi untuk Merah Putih Semakin Di depan. (*rls)


BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here