Beranda Berita Waspada Terbakar, Ini 4 Sebab Sekring Mobil Meleleh

Waspada Terbakar, Ini 4 Sebab Sekring Mobil Meleleh

Otobandung – Sekring atau fuse bertugas sebagai pengaman arus listrik ke komponen mobil yang butuh daya listrik.

Tapi, ada masalah pada sekring yang cukup mengganggu yaitu sekring meleleh.

Meski tidak semua kasus membuat arus listrik putus, sekring meleleh punya potensi bahaya yaitu bisa menyebabkan kebakaran.

Sekring meleleh biasanya disebabkan adanya panas berlebihan di sekitar sekring akibat ukuran daya (ampere) pada sekring tidak sesuai dengan arus listrik yang mengaliri sekring.

Sebelum menjadi masalah besar, berikut beberapa sebab sekring meleleh.

1. Kualitas Sekring Jelek

Sekring dibuat dari lempeng logam yang didesain secara khusus dengan bentuk pipih dan terputus jika dilalui oleh arus listrik dengan nilai tertentu.

Di bagian luar sekring biasanya dibalut plastik isolator berbagai warna sebagai penanda ukuran sekring. Jika plastik isolator tidak mampu menahan panas yang dihasilkan, sekring akan meleleh.

Selain itu, sekring dengan kualitas kurang baik bisa saja bermasalah dengan standar ukuran lempeng logam pemutus arus listrik. Alhasil, lempeng logam jadi panas karena arus yang melalui lebih besar.

2. Sekring Tidak Sesuai Ukuran

Yang kedua adalah karena penggunaan sekring yang tidak sesuai dengan ukuran, misalnya seharusnya menggunakan sekring 5A (lima ampere) malah menggantinya dengan sekring 10A akibat sekring 5A yang asli putus.

Ingat bahwa semakin tinggi arus listrik maka semakin tinggi pula suhu panas yang dihasilkan. Hal ini berlaku juga ketika terjadi hubungan arus pendek pada rangkaian kelistrikan.

Seharusnya sekring sudah putus, karena diganti dengan yang lebih tinggi maka sekring tidak bisa terputus.

Ketika suhu panas semakin meningkat pada akhirnya hanya mampu membuat sekring meleleh yang bisa memicu terjadinya terbakar.

3. Penambahan Beban Sekring

Ada kalanya pemilik mobil melakukan modifikasi pada sistem kelistrikan dengan menambah perangkat baru yang butuh arus listrik.

Masalahnya, jalur sekring tidak buat terpisah dan menumpang ke sekring yang sudah ada.

Padahal kalau ingin menambahkan beban pada suatu rangkaian kelistrikan, baiknya Anda mengganti kabel dan sekring dengan ukuran yang lebih besar.

Atau biar aman, silakan buat jalur sekring sendiri dengan memperhitungkan kebutuhan daya sekring dan memasang sistem perkabelan yang baik agar tidak mudah terjadi hubungan arus pendek.

4. Pemasangan Sekring Kurang Tepat

Pemasangan sekring pada dudukan atau terminalnya harus benar-benar presisi, yang artinya tidak boleh ada bagian sekring holder yang longgar.

Jika ada bagian dudukan sekring yang longgar sebaiknya dirapatkan terlebih dahulu agar dapat menjepit sekring secara sempurna.

Kalau tidak, akan menimbulkan arus listrik yang tidak stabil, muncul bunga api dan membuat sekring jadi panas dan meleleh.

Sumber : toyota.astra.co.id/Salsa

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here