Beranda Berita Dampak Pandemi, Mobil-mobil APM “Terparkir” di Dealer

Dampak Pandemi, Mobil-mobil APM “Terparkir” di Dealer

Otobandung – Para produsen mobil di Indonesia terpantau memperbanyak stok unit di dealer pada Maret saat masa pandemi virus. Meski demikian penambahan itu disebut bukan untuk mengantisipasi situasi sulit penjualan mobil saat ini melainkan buat memenuhi permintaan unit karena momen Idul Fitri (Lebaran) sekitar 24 Mei 2020.

Angka wholesales— penjualan dari agen pemegang merek (APM) ke dealer— dari semua merek pada Maret menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) turun 3,5 persen. Pada Maret jumlah wholesales76.800 unit, sedangkan pada Februari 79.601 unit.

Pergerakan wholesales pada Maret sangat berbeda dari ritel (penjualan dealer ke konsumen). Angka ritel tercatat turun sekitar 22 persen, pada Maret 60.447 unit sementara Februari 77.847 unit.

Perbedaan wholesales dan ritel pada Maret menandakan suplai unit ke dealer tetap besar. Masalahnya, dealer sulit jualan ke konsumen. Kondisi ini membuat dealer punya stok unit normal atau malah lebih besar.

Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan produksi mobil mereka tidak melorot pada Maret sebab kinerjanya masih mengacu pada rencana pemenuhan peningkatan kebutuhan jelang hari raya Idul Fitri pada Mei. Peningkatan kebutuhan mobil pada momen itu disebut mencapai 15 persen. “Produksi itu direncanakan sebelum tahu wabah Covid masuk Indonesia. Masih rencana persiapan sebelum Lebaran,” kata Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra seperti dikutip CNN, Selasa 21 April 2020.

“Pabrik itu sudah diatur sedemikian rupa, ke supplier, orang kerja, dan lainnya. Panjang dan banyak pihak terlibat. Kalau buat kue hanya sendiri ya lebih mudah mengaturnya,” katanya.

Wholesales Daihatsu pada Maret meningkat 13 persen menjadi 18.162 unit dari Februari 15.778 unit. Meski demikian ritel Daihatsu pada Maret tercatat 10.946 unit, turun 19 persen dari Februari 13.658 unit. Selain Daihatsu, wholesalesyang tercatat naik selama Maret adalah Honda. Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menjelaskan peningkatan itu dilakukan lantaran pihaknya menyesuaikan stok unit di dealer.

Pada Maret wholesales Honda naik menjadi 12.068 unit, sedangkan Februari 11.373 unit. “Kalau wholesales itu mengikuti kondisi stok yang ada di dealer. Jadi naik turunnya tergantung kondisi stok juga,” kata Billy.

Secara keseluruhan GAIKINDO mencatat terjadi peningkatan jumlah produksi mobil di Indonesia pada Maret sebesar 52.393 unit, sementara Februari 50.263 unit.  Daihatsu, Honda, Toyota, Suzuki, BMW, Isuzu, dan Mercedes-Benz telah melakukan penutupan fasilitas produksi secara sementara di Indonesia pada April. GAIKINDO sudah memperkirakan produksi mobil dan ritel bakal menurun pada April, Mei, Juni, dan Juli.

GAIKINDO memproyeksi perbaikan industri otomotif bakal datang pada Agustus. Meski begitu GAIKINDO cuma menargetkan penjualan mobil nasional pada tahun ini hanya 600 ribu unit turun dari target awal tahun sebesar 1 juta unit. (*Gaikindo)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here