Beranda Berita Pabrik Mobil di Indonesia Siap kembali Beroperasi jelang New Normal

Pabrik Mobil di Indonesia Siap kembali Beroperasi jelang New Normal

“Bagian produksi sudah masuk untuk persiapan sejak Selasa 2 Juni 2020. Tanggal 5 Juni 2020 sudah beroperasi tapi dengan kapasitas di bawah 50 persen dan menyesuaikan aturan yang ada seperti PSBB,” kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam seperti dikutip Kompas.com, Kamis 4 juni 2020.

Salah satu aturan tambahan yang disesuaikan dengan upaya menekan penyebaran virus corona. Pertama, jarak fisik (physical distancing) sejauh satu meter. Kedua, wajib mengenakan masker. Ketiga, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sudah mulai kembali membuka pabrik di kawasan Karawang, Jawa Timur, sejak Rabu 3 Juni 2020. Pengaktifan kembali pabrik berlangsung bertahap. “Tentu kami juga menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Kami menyadari bahwa harus menjalankan bisnis dengan kebiasaan baru itu, yang disebut dengan new normal,” kata General Manager Marketing Division PT IAMI Attias Asril. “Kami berharap dengan new normal nanti roda perekonomian kembali bergerak,” lanjutnya.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyatakan bahwa sudah membuka operasional pabrik mulai 26 Mei 2020 lalu. Tapi pada tahap awal, operasional masih dilakukan uji coba untuk kemudian dievaluasi. Melalui keterangan terulis, disebutkan bahwa dari tiga pabrik Suzuki yang akan kembali beroperasi, yakni di Cakung, Cikarang, dan Tambun (Jawa Barat) hanya Tambun 2 yang belum dibuka kembali. Pabrik tersebut merupakan lokasi produksi model-model yang banyak ditunjukkan untuk pasar domestik, seperti Suzuki New Carry Pick Up, APV, dan Karimun Wagon R.

Seluruh pabrik otomotif di Tanah Air sempat berhenti sementara pada pertengahan April 2020 seiring dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan melemahnya daya beli pada pasar domestik. Ada beberapa lini yang masih buka tetapi kontribusinya tidak besar. Hanya untuk memenuhi kebutuhan ekspor melalui surat-menyurat saja. (*Gaikindo)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here