Beranda Berita Alasan Anda Tidak Boleh Berhenti di Bahu Jalan Tol

Alasan Anda Tidak Boleh Berhenti di Bahu Jalan Tol

Otobandung – Sempat ramai di social media berita mengenai satu keluarga yang menghentikan mobil di bahu jalan tol untuk makan bersama.

Aksi mereka kemudian diketahui oleh polisi yang bertugas yang meminta mereka untuk segera kembali naik mobil dan meneruskan perjalanan.

Sebenarnya, seperti apa aturan penggunaan bahu jalan tol?

Aturan Bahu Jalan Tol

Penggunaan bahu jalan selain untuk kebutuhan darurat memang tidak dibenarkan lantaran bukan itu fungsi utama bahu jalan.

Selain jalur lalu lintas utama, tol juga punya bahu jalan yang spesifikasinya, punya lebar yang bisa digunakan sebagai jalur lalu lintas sementara dalam keadaan darurat.

Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol, tertulis jelas apa yang boleh dan tidak dilakukan pada jalur tersebut.

Pada pasal 41 ayat 2 penggunaan bahu jalan diatur sebagai berikut:

a. Digunakan bagi arus lalu lintas pada keadaan darurat.

b. Diperuntukkan bagi kendaraan yang berhenti darurat.

c. Tidak digunakan untuk menarik/menderek/mendorong kendaraan.

d. Tidak digunakan untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang, dan (atau) barang dan (atau) hewan.

e. Tidak digunakan untuk mendahului kendaraan.

Namun, perlu diketahui, pada lembar Penjelasan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol halaman 16, maksud keadaan darurat (pada pasal 41 ayat 2 huruf a) di mana sebagian atau seluruh jalur lalu lintas tidak dapat berfungsi, karena kejadian kecelakaan lalu lintas, pekerjaan pemeliharaan.

Terpenting lagi, keterangan untuk pasal 41 ayat 2 huruf b, pada dasarnya kendaraan tidak diperkenankan berhenti di sepanjang jalur bahu jalan.

Kesimpulan

Jadi yang dimaksud dengan kendaraan berhenti darurat adalah, mereka yang berhenti sebentar karena keadaan darurat yang disebabkan antara lain mogok, menertibkan muatan, gangguan lalu lintas, gangguan fisik pengemudi.

Begitu gangguan atau masalah teratasi, Anda harus segera menjalankan mobil.

Lain dari itu, bahu jalan harus streril dari kegiatan apapun, termasuk kalau Anda lelah dan butuh istirahat.

Untuk kebutuhan istirahat, Anda bisa menggunakan rest area jalan tol.

Jangan istirahat di bahu jalan tol karena ada risiko kena tabrak dari belakang.

Apalagi untuk kebutuhan menyalip kendaraan lain dengan kecepatan tinggi.

Selain itu, bahu jalan juga memiliki kualitas aspal, lebar badan, dan kontur jalan yang berbeda, bahkan lebih rendah, dari lajur utama jalan tol.

Alhasil, bahu jalan memang tidak diperuntukkan untuk digunakan memacu kendaraan, meski terpaksa sekalipun.

Jika Anda mematuhi aturan ini, dijamin tingkat kecelakaan akibat pengunaan bahu jalan yang tidak sesuai aturan bisa direduksi.

Sumber : Toyota.astra.co.id

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here