Beranda Berita Mengapa Minyak Rem Perlu Diganti?

Mengapa Minyak Rem Perlu Diganti?

Otobandung – Minyak rem pada mobil memiliki fungsi hidrolik yang merupakan peran vital dalam kinerja mobil. Dengan adanya minyak ini, pengoperasian rem dalam berkendara menjadi lancar tanpa hambatan.

Minyak ini membantu meredakan mesin ketika mobil dikendarai. Hal ini karena mobil mengeluarkan energi panas ketika sedang dalam keadaan menyala. Peran minyak mobil di sini sebagai inhibitor suhu panas ketika mobil sedang dikemudikan.

Maka dari itu penting sekali untuk mengganti minyak secara berkala agar kondisi mesin dan kinerja mobil tetap berjalan maksimal. Penggantian secara berkala merupakan perawatan yang tepat agar mobil tidak mudah mengalami kerusakan.

Ciri Minyak pada Rem yang Basi

Kondisi rem yang tidak normal biasanya menjadi ciri utama minyak pada rem yang basi. Selain itu, ada beberapa ciri minyak pada rem mulai basi lainnya yang biasa ditemui dalam kendaraan. Beberapa ciri tersebut adalah sebagai berikut

  • Lampu Indikator Rem Menyala

Ciri yang mudah teramati bila minyak rem mulai basi adalah dengan menyalanya lampu indikator rem. Fungsi lampu ini seakan memberitahukan untuk segera mengganti minyak ini.

Lampu indikator rem akan menyala ketika mobil mulai dikemudikan. Bila sudah ditemui lampu indikator rem menyala pada mobil, lebih baik segera bawa ke bengkel atau dealer untuk pengecekan rem minyak mobil seperti alarm.

  • Rem Ngempos Saat Awal Mobil Digunakan

Selain lampu yang menyala, rem ngempos saat awal digunakan dapat menjadi ciri lain yang menandakan minyak ini mulai basi. Minyak yang basi dapat menimbulkan saluran hidrolik menjadi mengembang.

Akibatnya, saat rem mulai diinjak hanya akan mengisi udara di saluran hidroliknya. Ini yang menyebabkan rem tidak dapat berfungsi secara maksimal saat digunakan.

  • Rem Blong Saat Berada Pada Turunan

Fungsi utama adanya rem adalah sebagai komponen utama yang berperan penting dalam mengatur kendali kecepatan. Akan tetapi berbeda bila minyak pada rem mulai basi.

Biasanya rem akan sulit dioperasikan ketika dalam turunan. Hal ini akan sangat berisiko sekali bila mengendarai mobil di medan tanjakan. Pada medan seperti ini, kendaraan akan sulit dikendalikan lajunya.

Ketika sedang melewati turunan, kendaraan akan lebih cepat melaju karena sifat roda yang menggelinding. Tentu saja peran rem sangat penting di sini. Bila ditemui rem yang terasa blong saat berada pada turunan, sebaiknya segera periksakan kondisi minyaknya.

  • Tetesan Minyak

Ciri lain yang mudah dijumpai bila minyak pada rem mulai basi adalah mobil biasanya meninggalkan tetesan minyak ketika berhenti. Adanya tetesan ini menunjukkan rem sedang dalam kondisi tidak normal.

Tetesan minyak di bawah mobil akan membekas karena tetesan yang dikeluarkan cukup banyak. Selain itu juga minyak pada rem memiliki tekstur yang pekat dan lengket.

Hal ini dapat membuat tetesan menempel pada lantai dan membekas. Ini akan memudahkan pemilik mobil mengidentifikasi mobilnya memiliki ciri minyaknya sedang mulai basi.

Waktu yang Tepat untuk Mengganti Minyak Rem Mobil

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa memeriksa setiap komponen pada mobil perlu dilakukan secara berkala. Hal ini dapat meminimalisir kondisi mobil yang tidak stabil.

Begitu pula minyak pada rem mobil harus di cek berkala. Hal ini dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem mobil.

Ada baiknya minyak pelumas rem mobil diganti sesuai pada waktunya agar tidak membuang minyak yang masih dapat digunakan, maupun tidak telat bila minyak sudah benar-benar basi. Berikut waktu yang tepat untuk mengganti minyak pada rem pada mobil.

  • Ikuti Buku Petunjuk

Mengganti minyak pada rem mobil juga disarankan dalam buku panduan yang dibekalkan ketika membeli mobil. Pada buku itu juga berisikan waktu yang tepat mengganti minyak maupun bagaimana kondisi yang harus diperhatikan ketika minyak tersebut perlu diganti.

Isian dari buku petunjuk mungkin kurang dapat dimengerti oleh orang awam yang memiliki sedikit pengetahuan tentang mesin mobil dan perawatannya. Untuk itu, sangat disarankan meminta informasi dari pihak bengkel ketika ada kebingungan saat membacanya.

  • Rata-rata Mobil Melakukan Servis Penggantian Minyak Rem Setiap 40.000 KM

Selain mengikuti buku petunjuk perawatan mobil, biasanya rem mobil diganti minyaknya pada setiap menempuh jarak 40.000 km kemudi. Jarak tempuh ini dinilai sudah mengkonsumsi minyak yang cukup banyak sehingga ada baiknya bila segera dicek dan diganti.

Mengetahui jarak tempuh mobil tidaklah sulit. Hanya dengan memperhatikan angka yang tertera pada fitur yang ditampilkan dalam mobil, sejauh mana jarak yang ditempuh sudah dapat diketahui.

  • Setidaknya Ganti dalam Dua Tahun Sekali

Selain menempuh jarak 40.000 km, kurang lebih dua tahun sekali minyak pada rem mobil perlu diganti.

Meskipun mobil jarang digunakan, dalam artian dalam dua tahun belum tentu mencapai 40.000 km jarak tempuh, tetap saja minyak ini memiliki waktu penggunaan yang terbatas.

Secara umum, mengganti minyak di rem disarankan dua tahun sekali untuk menghindari resiko kerusakan yang diakibatkan buruknya kondisi minyak. Dalam hal ini perlu diperhatikan untuk menggunakan minyak yang berkualitas atau sesuai rekomendasi pabrikan.

Hal ini bertujuan agar mesin juga tidak cepat rusak bila digunakan. Minyak yang dinilai sesuai rekomendasi pabrikan umumnya akan disesuaikan pula dengan kebutuhan mobil.

Sumber : Suzuki.co.id

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here