Beranda Berita Tarif Pajak Progresif Kendaraan yang Harus Anda Ketahui

Tarif Pajak Progresif Kendaraan yang Harus Anda Ketahui

Otobandung – Kendaraan merupakan salah satu barang yang akan dikenai wajib pajak oleh pemerintah. Ada dua jenis pajak progresif kendaraan yang perlu diketahui diketahui pajak progresif motor dan pajak progresif mobil.

Bagi Anda yang memiliki lebih dari satu unit kendaraan, akan dikenakan pajak yang berbeda yaitu pajak progresif.

Pajak progresif adalah pajak yang dikenakan kepada pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari satu unit mobil atau motor.

Tarif dari pajak progresif pun berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Jika pemilik kembali menambah unitnya, maka tarif dari pajak progresif juga akan mengalami kenaikan dengan sendirinya. Penerapan pajak progresif ini sudah dimulai dari beberapa tahun silam.

Penarikan pajak progresif ini berdasarkan pada Kartu Keluarga atau KK. Meski pemilik kendaraan sudah berbeda, jika masih dalam satu Kartu Keluarga, maka akan tetap diterapkan pajak progresif.

Dasar yang Digunakan untuk Menghitung Pajak Progresif

Ada dua hal dasar yang digunakan untuk menghitung pajak progresif pada kendaraan baik mobil maupun motor. Dasar ini juga digunakan sebagai acuan dalam menghitung tarif pajak progresif. Berikut dasar perhitungan yang digunakan.

  1. NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor
    NJKB merupakan sebuah nilai yang sudah diterapkan dari Dispenda yang sebelumnya telah menerima data dari APM. APM merupakan singkatan dari Agen Pemegang Merek. Perhitungan NJKB ini tidak didasarkan pada pasaran, melainkan pada depresiasi.

    Depresiasi atau penyusutan nilai kendaraan setiap tahunnya yang berdasarkan perhitungan pabrikan menjadi dasar menghitung NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor.

  2. Dampak Negatif dari Penggunaan Kendaraan
    Dasar ini berlaku pada mobil besar yang memiliki bobot 3 ton ke atas. Contoh mobil yang lintas adalah truk, bus, dan banyak lagi. Mengapa hanya mobil yang memiliki bobot 3 ton ke atas saja? Hal ini didasarkan pada tingkat kerusakan jalan yang dipengaruhinya.

    Umumnya, mobil dengan bobot yang terlalu berat menjadi faktor atau penyebab utama yang menyebabkan jalan cepat mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan jalan dinyatakan dalam koefisien yang memiliki nilai lebih dari satu.

Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan Bermotor

Setelah mengetahui definisi dan pajak, bagaimanakah cara menghitung progresif motor? Setiap daerah memang memiliki pengukuran pajak progresif yang berbeda-beda. Namun pada umumnya, tarif pajak progresif yang dikenakan pada motor sebagai berikut.

  • Tarif penarikan sebesar 2% pada kepemilikan motor pertama.
  • Tarif penarikan 2,5% pada kepemilikan motor kedua.
  • Penarikan tarif 3% pada kepemilikan motor ketiga.
  • Penarikan tarif 3,5% pada kepemilikan motor keempat.
  • Tarif penarikan 4% pada kepemilikan motor kelima.

Menghitung pajak progresif tidak boleh sembarangan dan asal-asalan. Semua perhitungan yang telah ditentukan. Ada rumus dan tetapan presentasi seperti diatas yang harus diterapkan.

Rumus menghitung pajak progresif motor adalah (Persentase Pajak Progresif Kendaraan x NJKB) + SWDKLLJ.

Tahukah Anda apa itu SWDKLLJ? SWDKLLJ merupakan singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Pada motor, tarif yang dikenakan sebesar 35 ribu rupiah saja.

Untuk bisa menghitung pajak progresifnya, Anda perlu mencari tahu NJKB terlebih dahulu dengan menggunakan rumus PKB: 2 x 100. Setelah itu, Anda bisa menghitung pajak progresifnya menggunakan rumus diatas.

Persentase Besaran Pajak Kepemilikan Mobil

Tidak hanya motor saja, pemilik mobil yang lebih dari satu unit juga dikenakan pajak progresif berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Perhitungannya juga berdasarkan ketentuan tarif pajak dengan proporsi seperti pada motor, namun dengan angka persen yang berbeda.

Konsepnya sama dengan motor, penerapan pajak, progresif mobil juga didasarkan pada mobil yang memiliki nama pemilik dan tempat tinggal. Maka dari itu, sangat disarankan untuk segera melakukan proses balik nama jika unit mobil sudah bukan menjadi milik Anda lagi.

Untuk besaran persennya, tidak ada yang berbeda dengan motor namun sedikit sarapan. Berikut daftar proporsi besaran pajak kepemilikan mobil yang perlu Anda ketahui.

  • Persentase sebesar 1,5% untuk kepemilikan mobil pertama.
  • Persentase sebesar 2% untuk kepemilikan mobil kedua.
  • Persentase sebesar 2,5% untuk kepemilikan mobil ketiga.
  • Persentase sebesar 3% untuk kepemilikan mobil keempat.
  • Persentase sebesar 3,5% untuk kepemilikan mobil kelima.

Persentase tersebut akan terus bertambah dan bertambah hingga sebanyak mobil yang Anda miliki. Setelah melihat proporsi tarifnya, Anda perlu melihat PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor.

Cara Menghitung Pajak Progresif Mobil

Sekedar mengingatkan, Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB dapat Anda lihat pada STNK. Nilai PKB kendaraan bermotor Anda tertera yang jelas di balik STNK tersebut. Setelah menunggu PKB-nya, Anda dapat mencari NJKB dengan menggunakan perhitungan (PKB: 2) x 100.

Jika sudah selesai pada tahap tersebut, untuk menghitung pajak progresif untuk kepemilikan mobil selanjutnya adalah menambahkan SWDKLLJ. Jika sudah, Anda hanya perlu mengalikan kendaraan kedua dan seterusnya dengan proporsi yang sesuai.

Perlu diketahui bahwa setiap daerah memiliki proporsi yang berbeda-beda. Di Jakarta misalnya, kendaraan pertama yang dikenakan 2%, kedua 2,5%, ketiga 3%, keempat 3,5%, dan seterusnya sampai jumlah mobil yang dimiliki.

Sebagai informasi, jika ada seorang anak yang memiliki kendaraan pribadi namun masih ikut dalam Kartu Keluarga orang tuanya, maka pajak progresif juga akan diberlakukan. Tetapi, jika si anak sudah pisah KK, maka pajak progresif tidak lagi diberlakukan.

Sebagai seorang pengendara yang bijak, membayar pajakif mobil merupakan kewajiban yang tidak boleh ditanggapi. Tidak membayar pajak atau mangkir pajak akan menerima pemilik yang menerima yang sesuai seperti kendaraan disita atau dilelang.

Sumber : Suzuki.co.id

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here