
Binaan Astra Honda Tampil Luar Biasa di FIM JuniorGP Jerez
Otobandung – Veda Ega Pratama yang baru saja jalani operasi, bisa turun dan finish dalam 2 balapan. Ramadhipa yang bergabung di team Honda Asia Dream Racing Junior Team tersebut finis di posisi ketujuh dan keenam pada dua balapan European Talent Cup (ETC), setelah start dari posisi ke-22.
Muhammad Kiandra Ramadhipa berhasil menebus kesalahan saat Q2 dengan melakukan comeback luar biasa, melewati 15 dan 16 pebalap pada dua balapan European Talent Cup di Jerez, Minggu (1/6/2025). Pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut finis di posisi ketujuh dan keenam pada masing-masing balapan.
Veda Ega Pratama berhasil menyelesaikan dua balapan pertamanya di JuniorGP, serta memanfaatkan akhir pekan ini untuk adaptasi dan mendapatkan pengalaman setelah pulih dari cedera kaki kanan yang didapatkan bulan lalu. Pebalap Astra Honda tersebut finis di posisi ke-21 pada kedua balapan.Suhu di Jerez sangat tinggi pada Minggu, yang membuat para pebalap harus berjuang di kondisi yang sangat panas sejak pagi.
Veda memulai dua balapan dengan bagus. Pada race pertama, pebalap Indonesia ini berhasil melewati dua pebalap lain dan masuk posisi 15 besar. Namun, di tikungan terakhir, beberapa pebalap berusaha melewatinya yang membuat Arbi mundur ke posisi ke-18. Jarak dengan pebalap di depan tak mungkin untuk ditutup Arbi.
Pada lap-lap berikutnya, Veda bertahan di posisi ke-17, sekaligus mendapatkan pengalaman dan berusaha untuk tidak mencederai fisiknya setelah tiga pekan istirahat total akibat cedera dan operasi. Mendekati akhir balapan, Veda mengalami kesulitan dan tertinggal beberapa detik dari grup depan dan akhirnya finis di posisi ke-21.
Meskipun belum meraih poin, sang rookie berhasil memenuhi targetnya untuk bisa finis balapan JuniorGP.Pada balapan kedua, Veda melakukan start luar biasa dan naik enam posisi dalam satu lap. Setelah lap pertama, pebalap Astra Honda tersebut berada di tengah grup kedua, yang setelah beberapa lap akhirnya terpisah jadi dua.
Veda bersaing untuk posisi ke-14 dengan tujuh pebalap lain. Seperti pada balapan pertama, karena kondisi fisiknya, Veda akhirnya finis di posisi ke-21. Veda berhasil menyelesaikan dua balapan yang sangat berharga dan akan menambah rasa percaya dirinya saat mengendarai NSF250RW.
Di kelas ETC, Ramadhipa memulai balapan pertama dengan sangat bagus dan naik dua posisi pada lap pertama. Pada lap kedua, dengan kesadaran tidak boleh lepas dari grup, pabalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut naik dua posisi lagi agar bisa bergabung dengan grup.Setelah sepertiga balapan, Ramadhipa berhasil masuk posisi 15 besar. Satu lap kemudian dia sudah memimpin grup ketiga dan berusaha mendekati para pebalap yang bersaing untuk memperebutkan posisi ke-8.
Pada sepertiga bagian terakhir balapan, wakil Indonesia tersebut bersaing dengan enam pebalap lain untuk mendapatkan posisi ke-8. Karena ada satu pebalap di depan yang terjatuh di tikungan terakhir, Ramadhipa bisa finis di urutan ke-7, naik 15 posisi dalam 14 lap balapan.Setelah balapan pertama dan menyadari potensinya, Ramadhipa berusaha untuk mengulanginya saat balapan kedua.
Dia melakukan start lebih baik dibanding balapan pertama dan langsung naik empat posisi pada lap pertama. Setelah beberapa lap, dia sudah masuk posisi 15 besar. Kecelakaan yang melibatkan beberapa pebalap di depan Ramadhipa menguntungkan enam pebalap di depan untuk membuka jarak.
Ramadhipa berhasil memimpin grup kedua, di posisi ke-7. Saat bersaing dengan Gabriel Tesini dan lebih dari 10 pebalap lain, kecelakaan lain terjadi di grup depan yang membuat Ramadhipa bisa berada di posisi keempat. Namun, kesalahan kcil pada lap terakhir membuatnya finis di posisi ke-6.
“Saya merasa sangat nyaman hari ini.Pada balapan pertama, saya melakukan start dengan baik dan mencoba melewati satu per satu pebalap lain, serta tetap menjaga kecepatan. Hal yang tidak mudah, tetapi kami menjalani balapan tanpa ada kesalahan. Pada lap terakhir, saya mempersiapkan diri untuk melakukan gebrakan dan mendapatkan keuntungan dengan melakukan slipstream dan akhirnya bisa finis di posisi ke-7.
Pada balapan kedua, saya melakukan start lebih baik, tetapi ada insiden di depan saya dan saya harus menghindar, yang membuat jarak dengan pebalap di depan, dan kami tidak bisa lagi mendekat. Pada bagian terakhir balapan, saya mencoba membuka jarak dengan para pebalap di belakang, tetapi dengan slipstream itu tak mungkin dilakukan. Sayangnya, saya melakukan kesalahan pada lap terakhir dan kehilangan dua posisi. Tetapi, finis di posisi keenam juga bagus buat kami. Kami menutup akhir pekan di sini dengan bagus dan kami mencatat kemajuan penting di sini. Jadi, saya merasa percaya diri dengan motor dan itu yang paling penting.
Putaran berikutnya akan berlangsung di Magny Cours, lintasan yang belum saya tahu, jadi kami harus beradaptasi secepat mungkin agar bisa kompetitif seperti saat dua putaran awal.” kata Ramadhipa.Secara keseluruhan, akhir pekan ini jadi pebelajaraan bagi kedua pebalap Astra Honda yang turun di JuniorGP dan European Talent Cup, yang terus melangkah pasti dalam proses adaptasi mereka di persaingan Eropa.
Setelah putaran kedua di Circuito de Jerez – Angel Nieto ini, kedua pebalap tersebut akan turun pada dua putaran Red Bull Rookies Cup, sebelum menjalani putaran ketiga FIM JuniorGP yang akan berlangsung pada 3-6 Juli di Sirkuit Magny-Cours, Prancis. Binaan Astra Honda Tampil Luar Biasa di FIM JuniorGP Jerez.(*)













































