
Otobandung – Para pecinta mobil pastinya sudah tidak asing dengan istilah timing chain ini. Sudah menjadi rahasia umum jika komponen satu ini sangat penting untuk urusan memutar camshaft. Fungsi ini menjadikan komponen tersebut begitu krusial dan sangat mengkhawatirkan jika tidak ada.
Secara umum, fungsi timing belt memang mengacu pada asal penamaanya. Seperti namanya, timing adalah pengaturan waktu, jadi komponen ini berguna memanajemen waktu kerja mesin. Selain fungsi utama tersebut, komponen ini masih memegang fungsi-fungsi lainnya. Berikut diantaranya:
- Menjadi Alat Pembuka Dan Penutup Otomatis Mesin Mobil
Fungsi pertama dari komponen mobil ini adalah menjadikan katup mesin bisa membuka dan menutup secara otomatis. Komponen ini bisa bekerja otomatis karena terhubung langsung dengan kedua katup masuk dan pembuangan dengan camshaft.
Secara tidak langsung, adanya timing chain akan memudahkan camshaft bergerak dengan tempo normal kemudian menggerakkan katup secara normal dan konstan pula.
- Menggerakkan Camshaft
Fungsi kedua dari timing chain adalah menggerakkan camshaft. Seperti yang sudah disinggung di awal, fungsi timing chain adalah mengontrol mekanisme mesin termasuk camshaft yang hendak bergerak melingkar sesuai putaran mobil. Alat ini akan otomatis bergerak saat mobil dihidupkan.
Beberapa tanda dari timing chain yang harus diganti dengan komponen baru bisa menjelaskan juga terkait pentingnya melakukan antisipasi. Antisipasi tersebut bisa dilakukan dengan perawatan timing chain secara maksimal.
Pada umumnya, perawatan komponen mesin mobil yang satu ini harus disesuaikan umur pemakaiannya. Ketika sebuah timing chain mobil sudah melampaui batas maksimal, maka pengguna harus peka untuk segera mengganti komponen ini. Umumnya, batas maksimal pemakaiannya adalah 80 ribu kilometer.
Ketika mengganti komponen ini, Anda juga perlu memperhatikan komponen-komponen pelengkapnya supaya kinerjanya lebih maksimal. Alat yang biasanya melengkapi timing chain adalah tensioner yang berguna memaksimalkan kinerja timing komponen tersebut.
Kebanyakan timing chain memang sulit dilihat secara langsung karena letaknya di dalam mesin. Hal ini juga yang menyebabkan pengguna tidak tahu apa penyebab mobilnya sulit dioperasikan. Secara rinci, letak timing chain ini lebih menjorok dari tali kipas.
Komponen ini diletakkan bersebelahan dengan camshaft. Supaya kinerja timing chain lebih maksimal, Anda bisa melakukan pengecekan pada seluruh perangkat mobil secara berkala.
Tujuannya adalah, untuk menjaga performa mobil dan untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan karena tanda-tanda kerusakan timing chain yang sering tidak disadari. Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya Anda melakukan servis secara rutin di bengkel resmi Suzuki.
Alasan kenapa harus dibawa ke bengkel suzuki adalah, selain karena bengkelnya terpercaya, segala keluhan seputar mobil Anda bisa terjawab. Di bengkel suzuki, jika kerusakan timing chain tidak parah pasti dapat diatasi secara efisien oleh ahlinya.
Sumber : Suzuki.co.id













































