Beranda Berita Power Window Mobil Rusak, Segera Cek 4 Komponen Berikut Ini

Power Window Mobil Rusak, Segera Cek 4 Komponen Berikut Ini

Otobandung – Kalau power window bermasalah, seperti macet atau bahkan tak lagi berfungsi, tentu akan sangat menjengkelkan.

Namun jangan langsung panik, power window terdiri atas beberapa bagian yang bekerjasama menggerakkan jendela samping mobil.

Oleh sebab itu, Anda bisa mengecek bagian-bagian tersebut untuk mencari sumber masalah.

1. Sekering

Sekering merupakan bagian pertama yang harus dicek saat power window gagal bekerja.

Karena power window merupakan piranti elektronik, tentu saja sekering dipakai untuk meminimalisir korsleting listrik pada mobil.

Jika sekering power window terputus, otomatis semua perangkat yang ada di dalam power window tidak bisa berfungsi. Hal ini akan mengakibatkan power window tidak dapat beroperasi.

Sekaligus menandakan ada masalah pada sistem kelistrikan power window sehingga membuatnya tidak bekerja dengan baik.

2. Saklar Power Window

Kerusakan pada bagian yang satu ini biasa terjadi karena korsleting listrik yang menyebabkan saklar terbakar.

Atau bisa juga karena plastik yang ada di bagian dalam saklar mengalami aus sehingga saklar tersebut tidak bisa berfungsi secara optimal.

Jika pada salah satu pintu terdapat saklar yang rusak, maka hanya kaca pintu itu yang tidak dapat digerakkan.

3. Motor Power Window

Motor power window letaknya di dalam pintu mobil. Di dalamnya terdapat dinamo yang menggerakan regulator sehingga kaca bisa naik dan turun.

Komponen ini bisa rusak karena kumparan tembaga dinamo yang terbakar akibat korsleting listrik.

Tetapi, ada kasus lain yakni gigi pemutar telah aus sehingga tidak dapat menggerakkan power window.

4. Regulator Power Window

Regulator berfungsi untuk menggerakkan kaca mobil naik dan turun sesuai keinginan penumpang.

Komponen ini dapat mengalami kerusakan akibat gerigi-gerigi yang dimilikinya aus, jadi power window tidak berfungsi normal.

Namun bisa juga karena tempat dudukan kaca pada regulator copot atau terlepas.

Sehingga pada saat regulator bekerja, kaca tidak dapat naik turun seperti biasanya.

Sumber : Toyota.astra.co.id

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here