
Otobandung – Rantai pada sepeda motor bertransmisi manual seperti motor sport dan bebek atau cub, memiliki peran penting sebagai penggerak kendaraan. Gaya gerak sepeda motor dapat terjadi berkat daya mesin yang diteruskan ke roda belakang melalui rantai yang terhubung dengan gir sproket depan dan belakang.
Pada saat sepeda motor berjalan dengan kecepatan tinggi, rantai harus bekerja dengan baik karena akan berdampak pada performa, kenyamanan dan keamanan berkendara. Kekuatan rantai harus dapat menahan daya tarik yang sangat kuat.
Seiring pemakaian, performa rantai akan menurun. Beberapa masalah sering kali muncul, seperti rantai yang berisik, rantai kendor dan yang paling fatal adalah gejala rantai putus. Putusnya rantai motor di tengah perjalanan adalah masalah mekanis yang bisa sangat merepotkan, apalagi jika Brosis berada jauh dari bengkel.
Namun, jangan panik! Ada beberapa tindakan darurat yang bisa Brosis lakukan untuk menyambung rantai sementara agar motor bisa digunakan untuk mencapai bengkel terdekat.
1. Amankan Posisi dan Periksa Kerusakan
Tindakan pertama adalah keselamatan. Segera tepikan motor ke tempat yang aman dan rata. Posisikan motor menggunakan standar tengah (center stand) agar roda belakang bebas berputar dan mempermudah perbaikan.
Periksa bagian rantai yang putus. Biasanya, rantai putus di bagian sambungan (klip) karena klip terlepas, atau karena rantai itu sendiri sudah terlalu aus/berkarat.
2. Solusi Darurat: Gunakan Connecting Chain
Metode paling aman untuk perbaikan darurat adalah menggunakan connecting chain (sambungan rantai) cadangan. Connecting chain dijual terpisah dan idealnya selalu ada di kotak perkakas motor Brosis.
- Siapkan Sambungan: Ambil connecting chain baru yang terdiri dari pin, plat luar, dan klip pengunci.
- Sambungkan Rantai: Dekatkan kedua ujung rantai yang putus. Masukkan connecting chain ke lubang rantai, pastikan kedua pin masuk sempurna ke plat dalam.
- Pasang Klip: Pasang plat luar, lalu pasang klip pengunci. Pastikan posisi bukaan klip berlawanan dengan arah putaran rantai agar klip tidak mudah terlepas kembali saat motor berjalan. Gunakan tang lancip untuk menekan dan memastikan klip terkunci rapat.
3. Alternatif Darurat Ekstrem (Kawat atau Cable Ties)
Nah, jika Brosis tidak memiliki connecting chain, bisa menggunakan kawat atau cable ties (ikat kabel), namun ini sangat tidak disarankan untuk jarak jauh atau kecepatan tinggi.
- Gunakan Kawat: Masukkan kawat ke lubang rantai dan lilitkan dengan kuat beberapa kali untuk menyatukan kedua ujung rantai. Pastikan lilitan kawat sangat rapat dan tidak ada ujung runcing yang menonjol yang bisa tersangkut.
- Gunakan Cable Ties: Jika terdesak, gunakan beberapa cable ties yang kuat untuk mengikat kedua ujung rantai. Ini hanyalah solusi super darurat dan hanya boleh digunakan untuk berjalan pelan menuju bengkel terdekat.
Sebenanrnya gejala rantai motor putus sangat bisa dihindari jika Brosis selalu melakukan pengecekan rutin dan perawatan secara berkala agar masa pakai rantai lebih panjang dan awet. Perawatan rantai motor tentunya snagat mudah dilakukan, adapun caranya adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan ketegangan rantai
Sepeda motor yang digunakan dalam jarak jauh atau membawa beban berat akan membuat kerja rantai semakin berat. Hal ini bisa membuat rantai menjadi kendor. Untuk itu, selalu perhatikan ketegangan atau jarak main bebas rantai.
Saat melakukan penyetelan, usahakan jangan terlalu tegang atau terlalu kendur. Kondisi rantai yang terlalu tegang bisa membuat rantai putus, kalau terlalu kendur bisa mengakibatkan rantai Cepat aus dan bisa lepas dari gir. Selain itu, kondisi ini juga akan memengaruhi performa sepeda motor.
Jarak main bebas setiap motor berbeda-beda Informasi penyetelan ketegangan rantai dapat dilihat pada stiker di swing arm atau di buku pemilik..
Dalam mengukur ketegangan atau kekencangan rantai, posisikan sepeda motor dengan standar tengah di atas permukaan yang datar. Matikan mesin dan posisi gigi netral. Periksa kekenduran rantai dengan menekan kearah atas bagian tengah rantai dan ukur pergerakan rantai menggunakan mistar. Jika keregangannya melebih batas jarak main bebas rantai, maka lakukannya penyetelan.
2. Bersihkan rantai secara rutin
Rantai motor menjadi salah satu bagian yang mudah kotor. Menjaga kebersihan rantai Bisa memperpanjang usia pakai, juga menghindari terjadinya karat dan beberapa masalah lain yang bisa terjadi pada rantai.
Bersihkan paling tidak sebulan sekali menggunakan air dan juga sabun untuk merontokan berbagai kotoran yang menempel pada rantai dan gir. Setelah dibersihkan sebaiknya lumasi rantai agar tak mudah karat.
3. Beri pelumas untuk mengurangi gesekan
Pada saat sepeda motor melaju, rantai roda mengalami gesekan dengan gir bahkan link antar rantai juga bergesekan. Untuk itu diperlukan pelumasan rantai untuk mengurangi gesekan dan keausan. Lakukan pelumasan rantai setiap kali rantai dibersihkan dan gunakan pelumas khusus rantai roda (AHM Oil Chain Lube).
Jangan lumasi rantai dengan oli bekas karena sudah terkontaminasi kotoran yang dapat menimbulkan kerusakan dan membuat rantai motor menjadi tidak tahan lama.
Cara Mengatasi Rantai Motor Putus Saat di Tengah Perjalanan.(*)













































