Beranda Berita Cara Mengisi Air Radiator Mobil yang Benar

Cara Mengisi Air Radiator Mobil yang Benar

Otobandung – Cara mengisi air radiator mobil sebenarnya sangat mudah. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda tanggapi agar kinerjanya tetap maksimal dan aman.

Berikut uraian singkat cara mengisi radiator udara yang benar.

Pastikan Mesin Mobil dalam Kondisi Dingin

Sebelum Anda membuka tutup radiator untuk melakukan pengisian atau hanya mengecek kondisinya, atur mesin dalam kondisi dingin. Idealnya, pengecekan radiator dilakukan saat pagi hari ketika mesin masih dalam kondisi dingin karena mobil belum dinyalakan.

Mobil yang didalamnya tidak terdapat tabung reservoir radiator, akan sangat berbahaya jika tutup radiatornya dibuka saat mesin mobil dalam keadaan panas. Hal ini disebabkan karena jika mesin dalam kondisi panas dan tutup dibuka, radiator udara akan muncrat dan mengenai Anda.

Jika air radiator panas tersebut mengenai kulit Anda, maka kulit akan melepuh seperti luka bakar. Oleh karena itu, ketika Anda sedang membuka tutup radiatornya, ingat dulu bahwa mesin mobil tidak dalam kondisi panas.

Periksalah Kondisi Air Radiator

Sebelum Anda melakukan pengisian, periksalah kondisi air radiatornya terlebih dahulu. Cek apakah radiator udara Anda keruh, sehingga perlu diganti atau masih bersih namun hampir habis. Jika air radiator telah berubah menjadi keruh, Anda harus segera mengurasnya lalu change with yang baru.

Menjaga kebersihan air radiator merupakan hal yang sangat penting, karena jika udara dalam kondisi keruh dapat mengakibatkan radiator udara rusak dan mengganggu kinerja mesin.

Pengecekan seperti ini dapat Anda lakukan secara berkala agar radiator udara tetap dalam kondisi aman.

Nah, jika air radiator ketinggiannya berada di bawah batas maksimum namun masih bersih, maka Anda harus segera melakukan pengisian. Namun, bagi mobil yang tidak memiliki reservoir, Anda cukup mengira-ngira ketinggiannya melalui air pada tabung radiator.

Dengan memperhatikan berapa ketinggian air radiator tersebut, setidaknya Anda telah mendapat sedikit gambaran berapa jumlah air yang nantinya akan dituangkan ke dalam tabung reservoirnya. Hal ini sangat perlu dilakukan agar saat mengisi air radiator ukurannya pas.

Gantilah Radiator Udara yang Lama dengan Yang Baru

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan setelah mengecek kondisi radiator udara adalah mencampakkan air kemudian menggantinya dengan yang baru. Tahap ini bisa Anda lakukan jika radiator udara dalam kondisi keruh.

Cara menggantinya juga cukup mudah Anda lakukan. Pertama, Anda harus membuka tutup air radiatornya terlebih dahulu. Buka juga baut yang berada di bagian pembuangan tepatnya di bagian bawah radiator. Tunggu sampai air radiatornya mengalir ke tempat pembuangan sampai habis.

Nah, jika air radiator mobil sudah keluar, maka Anda sudah bisa melakukan pengisian. Pada proses yang satu ini, mesin mobil harus menyala menyala agar air radiator dapat keluar semua. Namun harus diingat, pada proses pengisian radiator jangan saat mesin dalam keadaan panas.

Sebelum melakukan pengisian, jangan gunakan mobil terlebih dahulu agar mesin tetap dalam kondisi dingin.

Jika mesin sudah dalam kondisi dingin, barulah Anda dapat memperbaiki mesin dan membuka tutup radiatornya untuk pengisian atau mengecek kondisi airnya.

Jangan Lupa Menggunakan Corong

Mengisi radiator udara yang lebih sukses dari hal yang sangat sulit. Anda pun tidak perlu sampai membawanya ke bengkel, cukup dilakukan sendiri di rumah. Namun, ketika melakukan pengisian, siapkan sebuah corong bersih untuk membantu Anda mengisi air radiatornya.

Radiator lubang tabung memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga ketika Anda ingin melakukan pengisian, airnya, jangan langsung menuangkannya tanpa menggunakan alat bantu. Bukan tidak mungkin ini akan membuat udara tercecer dan terbuang percuma jika Anda langsung menuangkannya.

Selain karena terbuang sia-sia, air yang tercecer tersebut pun juga dapat dilarang. Radiator udara tersebut bisa menyebabkan terjadinya korsleting listrik maupun membuat komponen berkarat. Selain itu, mesin yang terkena air radiator bisa saja mati.

Oleh karena itu, ketika Anda melakukan pengisian radiator mobil, jangan lupa memakai alat bantu, seperti sebuah corong. Pemberian izin seperti ini dapat memberikan dan meminimalisir radiator udara sehingga terbuang percuma.

Isi Air Radiator dengan Ukuran yang Pas

Pengisian air radiator jangan terlalu berlebihan, apalagi kurang. Isilah dengan ukuran yang pas, sampai batas maksimumnya saja, jangan sampai melebihinya. Radiator udara pengisian yang terlalu berlebihan akan terlalu berlebihan.

Meskipun batas maksimum maksimum dengan tutup reservoirnya masih jauh, hentikan pengisiannya. Bila pengisian melebihi batas maksimum, ada hal yang sangat dikhawatirkan ketika mobil tengah berjalan.

Ketika mesin hidup dan mobil berjalan, radiator udara akan mengalami sirkulasi yang akan kembali ke tabung lagi.

Jika radiator udara dalam kondisi terlalu penuh, pasti akan mengarah ke bagian pembuangan.

Sebelumnya mesin, jangan lupa, ketika Anda melakukan pengisian air radiator, mobil harus menyala. Hal ini dilakukan agar udara berada pada sistem pendingin mesin semuanya keluar dan diganti dengan radiator udara yang baru.

Namun, sebelum Anda menghidupkan mesin, menyalakan AC dalam keadaan mati. Kemudian, Anda dapat menghidupkan mesin sampai setengah temperatur dan menunggu sampai kipas yang ada pada radiator berputar.

Perlu Anda diketahui, cairan yang bisa digunakan untuk mengisi radiator sangatlah banyak. Salah satunya adalah udara biasa, seperti udara dari kran. Namun, air biasa seperti titik didihnya rendah dan saat ini memiliki kadar yang tinggi, sehingga akan cepat habis.

Meski pengisian radiator juga bisa menggunakan air biasa, namun yang paling tepat dan paling tepat dalam hal ini adalah coolant.

Cairan pendingin khusus yang dapat menyerap panas dengan baik dan mencegah korosi, sehingga sangat aman digunakan.

Jangan Lupa Menutupnya Sampai Rapat

Langkah terakhir dari cara mengisi radiator udara adalah memastikan menutup penutup tabung radiatornya sampai rapat. Jika Anda tidak menutupnya hingga benar-benar rapat, dikhawatirkan ketika mesin menyala dan radiator mengalami tekanan, udara dapat meluber dan tutupnya terpental.

Akan sangat berlaku jika radiator udara yang meluber sampai mengenai komponen yang ada pada mesin mobil, karena dapat mengakibatkan mesin menjadi panas. Apabila keadaan seperti itu dibiarkan, maka secara tiba-tiba mesin mobil Anda bisa mati.

Mudah bukan cara mengisi air radiator mobil Anda? Namun, harus benar-benar perhatikan ya saat Anda melakukan pengisian radiator udara, agar tetap aman dan mesin dapat bekerja dengan baik dan maksimal. terapkan juga panduan di atas dengan baik.

Sumber : Suzuki.co.id

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here