Beranda Berita Tips Mencegah Kerusakan Karena Water Hammer

Tips Mencegah Kerusakan Karena Water Hammer

motion car rain big puddle of water spray from the wheels

Otobandung – Mobil terendam banjir atau sering melewati area banjir akan mengalami water hammer. Kerusakan pada kendaraan akan terjadi ketika udara masuk ke dalam mesin. Hal inilah yang perlu diwaspadai oleh semua pemilik mobil.

Apabila mobil Anda sudah tidak bisa menyala dan penyebabnya adalah masuknya air ke dalam mesin, maka cara mengatasinya hanya bisa dilakukan di bengkel. Apabila mobil mogok, sesegera mungkin hubungi bengkel resmi terdekat . 

Nantinya pengecekan langsung akan dilakukan oleh kesalahan kesalahan mesin apa saja yang terjadi. Persiapkan biaya yang cukup besar untuk mengatasi mobil yang sudah mengalami water hammer, karena perbaikan hanya bisa dilakukan dengan mengganti komponen mesin. 

Beberapa komponen mesin yang biasanya akan diganti antara lain adalah bearing connecting rod atau metal jalan. Komponen ini memiliki fungsi sebagai bantalan piston ketika bergerak ke poros engkol. 

Ketika teknisi mengabaikan komponen tersebut diganti, penggantian otomatis piston juga perlu dilakukan. Piston yang mengalami bengkok, bolong, bahkan hancur sudah tidak bisa digunakan dan perlu diganti. 

Pada kasus tertentu, ketika mobil yang kemasukan air dibiarkan saja dalam waktu lama, blok mesin juga akan rusak. Oleh karena itu perbaikannya hanya bisa dilakukan dengan menggantinya. 

Hampir sebagian besar komponen mesin yang masuk dalam sistem pembakaran perlu diganti. Jadi siapkan saja biayanya yang cukup besar. Tapi jika Anda tidak ingin mengalami hal ini, cara paling mudah adalah mencegah masuknya air ke dalam mobil. 

Perlu Anda ketahui juga bahwa masuknya air ke dalam mesin atau sistem pelumasan tidak selalu terjadi karena banjir. Proses pencucian mobil yang tidak benar juga akan membuat udara masuk. Jadi perlu diperhatikan dengan baik, apakah saat mobilitas ada udara yang masuk ke mesin. 

Cara mobil yang benar bisa jadi salah satu cara untuk mencegah masalah water hammer yang bisa ikut. Namun ada beberapa tips lainnya yang bisa Anda berikan sebagai informasi berikut. 

  1. Menghindari daerah banjir

Cara yang berdampak besar adalah menghindari area banjir. Apalagi jika udara yang menggenang cukup tinggi di atas 50 cm. Genangan air ini akan mempermudah udara masuk melalui beberapa bagian mobil tanpa Anda sadari. 

Jika terjadi hujan deras dan Anda sudah tahu daerah tersebut banjir sebaiknya alternatif jalan yang lainnya. 

    2. Jangan berkendara saat arus deras 

Selain area banjir, Anda juga harus berhenti berkendara saat terdapat arus yang sangat deras. Misalnya saja Anda sedang berkendara di wilayah gunung dan terjadi hujan deras. Arus air yang deras bisa terjadi di jalanan menanjak. 

Anda pasti tidak sadar bahwa arus deras ini bisa masuk melalui knalpot mobil. Selain itu berkendara saat hujan deras di area yang terjal juga bisa menimbulkan kecelakaan. Sebaiknya berhenti dan perjalanan nanti. 

    3. Mengendalikan kecepatan kendaraan

Jika udah harus melewati area banjir, ada tips yang bisa Anda ikuti untuk mengendalikan kecepatan mobil. Genangan udara mungkin saja masih di bawah knalpot, tapi dengan kecepatan yang stabil maka udara tidak akan masuk ke dalam knalpot. 

Anda hanya perlu menginjak gas dengan stabil sehingga udara tidak masuk. Cukup sulit memang mengendalikan gas apalagi jika Anda melewati area banjir dan macet. 

    4. Mengecek kendaraan setelah banjir

Apabila Anda berhasil melewati banjir dan mobil tidak mogok, bukan kondisi mobil baik-baik saja. Anda tetap harus mengecek kondisinya ke bengkel resmi terdekat. Sehingga jika terdapat udara yang masuk ke mesin dan belum merusak komponen mesin bisa langsung. 

Sumber : Suzuki.co.id

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here