Beranda Berita Sebab Gagal Melakukan Taping di Gerbang Tol Otomatis

Sebab Gagal Melakukan Taping di Gerbang Tol Otomatis

Otobandung – Urusan taping di gerbang tol bisa memakan waktu bahkan memicu kecelakaan jika timbul masalah. Salah satunya adalah menunggu pengemudi di depan Anda melakukan taping kartu tol.

Saat berada di gerbang tol, ada saja pengguna jalan yang tampak kesulitan untuk bertransaksi menggunakan kartu e-Toll. Supaya tidak terjadi pada diri Anda, ada 6 penyebab utama yang menyebabkan transaksi di gerbang tol terkendala.

1. Saldo e-Toll Kurang

Saldo e-Toll yang kurang membuat sistem gerbang tol otomatis tidak bisa memproses pembayaran Anda. Untuk mencegah hal itu, pastikan saldo e-Toll Anda mencukupi.

Saat ini banyak ponsel yang sudah memiliki fitur NFC sehingga sanggup membaca sisa saldo kartu e-toll Anda. Bahkan Anda juga sudah dapat melakukan pengisian melalui aplikasi marketplace atau bank di ponsel.

2. Kartu e-Toll Terhalang Benda Lain

Kartu e-Toll yang terhalang mengakibatkan mesin pada GTO tidak bisa membaca chip pada kartu. Kondisi ini sangat terasa jika menggunakan kartu E-Toll yang sudah berumur.

Pastikan saat mengetap, kartu tidak ditaruh di tempat yang menghalangi sekalipun warnanya transparan.

3. Kartu E-Toll Kedaluwarsa

Kartu e-Toll bisa kedaluwarsa ketika durasi perjalanan di atas maksimum 1,5-2 kali dari waktu tempuh normal. Penerapan e-Toll kedaluwarsa ini merupakan mekanisme pengendalian transaksi agar kualitas pengelolaan pendapatan tol zero loss dan aman.

Adapun penerapan waktu kedaluwarsa e-Toll itu sudah diperhitungkan Jasa Marga dengan perkiraan waktu perjalanan dan waktu istirahat pengguna jalan tol.

Namun demikian, kedaluwarsanya kartu e-Toll ini tak serta merta membuat saldonya hangus. Saldo akan terpotong sesuai dengan tarif asal gerbang dan tujuan pengguna jalan saat melakukan tap kartu di gerbang tol.

Kalau kartu masih tidak bisa digunakan untuk transaksi, Anda bisa menekan tombol bantuan yang terdapat di gerbang tol. Nantinya akan ada petugas datang untuk membantu proses transaksi.

4. Salah Tempel Kartu

Ada kasus karena buru-buru atau terdistraksi, pengguna mobil salah posisi menempelken kartu E-Toll. Akibatnya, Anda harus mencari lokasi yang benar dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Makanya, fokus pada gerbang tol dan carilah lokasi menempelkan katu yang benar.

5. Posisi Mobil Terlalu Jauh

Karena kurang waspada, posisi mobil Anda terlalu jauh dari area taping sehingga kerepotan menjangkaunya. Bahkan, ada kasus di mana Anda harus melepaskan seat belt dan membuka pintu mobil.

Meskipun terlihat ringan, situasi ini sudah cukup untuk menahan antrian di belakang mobil Anda. Atau kalau mau aman, gunakan tongkat E-Toll yang banyak dijual di toko online.

6. Kartu E-Toll Terselip

Dalam perjalanan jauh atau akibat terburu-buru, bisa jadi kartu e-toll Anda terselip dan tidak bisa ditemukan. Hal ini sangat merugikan, terutama ketika melewati jalan tol dengan sistem tertutup yang mengharuskan Anda melakukan tap in dan tap out.

Jika tidak menggunakan kartu yang sama saat tap out, Anda akan dikenakan denda oleh pengelola jalan tol. Makanya, pastikan kartu E-Toll disimpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau.

Pastikan pula ada kartu E-Toll cadangan untuk menjaga kemungkinan kartu hilang atau rusak.

Sumber : Toyota.astra.co.id

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here