
Penyebab Lampu Rem Tidak Menyala dan Cara Mengatasinya
Otobandung – Pernahkah Brosis mengalami situasi disaat berkendara di belakang kendaraan yang tiba-tiba melambat drastis tanpa ada tanda lampu merah yang menyala di bagian belakangnya? Situasi tersebut pasti membuat jantung berdegup kencang karena kaget. Itulah gambaran nyata betapa vitalnya fungsi lampu rem pada kendaraan, tak terkecuali untuk sepeda motor Brosis yang digunakan sebagai teman berkendara sehari-hari.
Seringkali, pemilik kendaraan abai terhadap komponen ini karena posisinya yang berada di belakang dan tidak terlihat langsung oleh pengendara saat sedang menyetir. Padahal, lampu rem yang mati adalah salah satu penyebab utama kecelakaan tabrak belakang beruntun.
Lampu rem bukan sekadar aksesoris atau hiasan agar kendaraan terlihat menyala di malam hari. Fungsinya jauh lebih krusial dari itu:
- Alat Komunikasi Isyarat: Di jalan raya, kita tidak bisa berteriak kepada pengendara di belakang bahwa kita sedang mengerem. Lampu rem adalah satu-satunya bahasa komunikasi universal yang memberitahu pengendara di belakang untuk segera menurunkan kecepatan.
- Mencegah Tabrakan Beruntun: Waktu reaksi manusia terbatas. Lampu rem memberikan detik-detik berharga bagi pengemudi di belakang untuk mengantisipasi pengereman mendadak, sehingga mencegah tabrakan.
- Kepatuhan Hukum: Secara regulasi lalu lintas, kendaraan dengan lampu isyarat yang tidak berfungsi (termasuk lampu rem) dilarang beroperasi karena membahayakan keselamatan umum dan bisa terkena tilang.
Penyebab Utama Lampu Rem Tidak Menyala
Jika lampu rem sepeda motor Brosis tiba-tiba tidak menyala, jangan panik namun jangan pula diabaikan. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum yang sering terjadi:
1. Bohlam Lampu Putus Ini adalah penyebab paling klasik dan paling sering terjadi. Usia pakai bohlam (terutama tipe halogen/pijar) memiliki batas. Getaran mesin, guncangan jalanan, atau panas berlebih bisa menyebabkan filamen di dalam bohlam putus. Pada motor atau mobil modern yang menggunakan LED, kerusakan biasanya terjadi pada rangkaian papan PCB-nya, meski kasusnya lebih jarang dibanding bohlam biasa.
2. Switch Rem Rusak (Switch Rem Bermasalah) Lampu rem bekerja berdasarkan pemicu dari tuas rem (di tangan atau kaki). Di balik tuas tersebut, terdapat komponen kecil bernama switch. Jika komponen ini kotor, berkarat, atau pegasnya patah, maka sinyal listrik tidak akan terkirim ke lampu belakang meskipun Anda sudah menginjak rem sekuat tenaga.
3. Sekring (Fuse) Putus Sistem kelistrikan kendaraan dilindungi oleh sekring untuk mencegah korsleting. Jika terjadi lonjakan arus listrik yang tidak stabil, sekring yang terhubung ke jalur lampu rem bisa putus. Jika ini terjadi, biasanya tidak hanya lampu rem yang mati, tapi juga komponen kelistrikan lain yang berada di jalur sekring yang sama (misalnya klakson atau lampu sein).
4. Soket atau Kabel Bermasalah Kabel yang digigit tikus, soket yang longgar karena getaran, atau terminal yang berkarat karena air hujan bisa memutus aliran listrik. Masalah ini sering terjadi pada kendaraan yang sudah berumur cukup tua.
Cara Tepat Mengatasinya
Mengatasi lampu rem yang mati sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan sendiri sebelum membawa ke bengkel:
- Cek Kondisi Bohlam: Buka mika lampu belakang dan lihat kondisi bohlam. Jika kaca bohlam menghitam atau filamen di dalamnya terlihat putus, segera ganti dengan yang baru. Pastikan spesifikasi Watt-nya sama.
- Periksa Switch Rem: Coba tekan tuas rem dan dengarkan apakah ada suara “klik” kecil dari area switch. Anda juga bisa mencoba menjumper kabel switch (menghubungkan dua kabel switch secara langsung). Jika lampu menyala saat dijumper, berarti switch rem Anda yang rusak dan perlu diganti.
- Cek Kotak Sekring: Periksa kotak sekring kendaraan Anda. Cari sekring yang bertuliskan “Stop Lamp” atau “Tail”. Jika kawat di dalam sekring putus, ganti dengan sekring cadangan yang memiliki Ampere sama.
- Bersihkan Soket: Jika bohlam dan sekring aman, coba bersihkan soket lampu dari debu atau karat menggunakan cairan pembersih kontak (contact cleaner).
Merawat lampu rem adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Lakukan pengecekan sederhana setiap pagi sebelum memanaskan kendaraan: cukup tekan rem dan minta bantuan orang rumah untuk melihat apakah lampu belakang menyala atau pantulkan cahaya lampu rem ke tembok garasi.
Selain itu, kondisi rem tidak menyala sebenarnya bisa dihindari dengan melakukan pencegahan. Caranya punm cukup mudah, diantaranya.
Gunakan Honda Genuine Parts Asli
Pastikan selalu menggunakan lampu orisinil dari Honda Genuine Part dengan kualitas yang sudah terjamin sehingga usia pakainya bisa lebih panjang.
Hindari Modifikasi Tak Sesuai Standar
Salah satu modifikasi pada bagian lampu adalah penggunaan lampu dipasaran dengan watt yang lebih besar. Pada pemakaian jangka panjang, bola lampu dengan watt lebih besar bisa berdampak pada rusaknya komponen kelistrikan lainnya.
Jangan Ngebut Di Jalan Rusak
Ketika sepeda motor melintasi jalan rusak dengan kecepatan cukup tinggi, getaran yang ditimbulkan akan semakin tinggi. Getaran tersebut sangat berpotensi membuat susunan komponen kelistrikan rusak atau sambungan antar komponen menjadi kendur.
Hindari Menempelkan Jari Tangan di Tuas Rem
Ketika berkendara, usahakan jari tangan tidak terus menempel atau terkait di tuas rem. Karena tanpa disadari, bisa saja tuas rem sedikit tertarik yang membuat aliran listrik terhubung ke lampu rem sehingga lampu rem terus menyala.
Selain bisa membuat lampu rem bekerja terus menerus, kondisi tersebut juga bisa menimbulkan salah komunikasi dengan pengendara di belakang.
Lakukan Service Berkala Secara Rutin
Perawatan berkala secara rutin di bengkel AHASS tak cuma bisa membuat usia pakai lampu rem jadi lebih panjang, tapi juga bisa membuat mesin dan komponen sepeda motor lainnya selalu dalam kondisi prima.
Jika tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan servis, manfaatkan layanan booking servis atau layanan kunjung dari AHASS untuk mendapat pelayanan bebas antri. Penyebab Lampu Rem Tidak Menyala dan Cara Mengatasinya. **
















































